Meski tanaman sangat penting untuk menyerap CO2 dan melepas O2, akan tetapi sesungguhnya, gerakan GO GREEN tidak sekedar menanam pohon dan kembang. Bukan juga berarti bahwa semuanya sekarang harus berwarna hijau. Lucu sekali mendengar bahwa red carpet saat ini sudah mulai diganti dengan green carpet sesuai isu Go Green..
Go Green pada dasarnya adalah aksi untuk berupa penghematan penggunaan air, pengurangan polusi udara, penghematan pemakaian energi dan bahan bakar, pengurangan penggunaan bahan yang diambil dari alam (misalnya minyak bumi, dan barang yg terbuat dari bahan kayu dll), penciptaan lingkungan yang lebih meningkatkan kualitas manusia, dan sebagainya.
Go Green di Rumah
Sekitar 30 persen energi listrik di rumah digunakan untuk pendingin ruangan (tentu saja ini untuk rumah yang ber-AC). Karena itu sebaiknya dari awal rumah dirancang dengan bukaan yang memadai untuk memasukkan cahaya dan udara sehingga penggunaan listrik untuk lampu dan AC dapat dikurangi.
Suhu dalam rumah juga dapat dikurangi dengan penggunaan insulator panas. Biasanya ditempatkan di atap, berupa lapisan karet dan aluminium di bawah genteng. Penggunaan bahan ini dapat mengurangi pancaran panas ke dalam rumah. Jangan lupa kurangi penggunaan beton sebagai carport bila carportnya langsung terpapar matahari. Panas dari beton carport akan terpantul ke dalam rumah. Sebaiknya perbanyak penggunaan tanaman rumput sebagai alas di halaman atau carport.
Bila rumah menghadap barat, biasanya terpapar matahari yang cukup panas disore hari. Untuk mengurangi panas dalam rumah, gunakan second skin di jendela yang terpapar patahari. Second skin bisa berupa tirai bambu, kayu, aluminium dll yang dibuat sedemikian sehingga menahan panas matahari langsung sebelum mengenai jendela atau tembok.
Gunakan air secara optimal. Air hujan, buangan dari wastafel, kamar mandi (selain wc) dpat ditampung di bak tertentu. Kelebihannya dapat disalurkan ke dalam sumur resapan untuk menjaga ketersediaan air tanah dan mencegah banjir. Air yang ditampung dalam bak tadi masih sangat bermanfaat minimal untuk menyiram tanaman. Jadi hindarkan membuang langsung air tersebut ke got. Bila tidak punya sumur resapan, buatlah beberapa lubang kecil (diameter 10 cm, kedalaman min. 50 cm) di halaman untuk membantu air meresap ke dalam tanah. Bila dilakukan dalam skala luas, bisa mencegah banjir lho..
Hindarkan penggunaan bath tub kalau tidak perlu sekali. Mandi yang paling hemat adalah menggunakan shower. Penggunaan gayung dengan bak mandi masih lebih memboroskan air karena banyak air yang tertumpah percuma. Bila terpaksa menggunakan bak mandi, pakailah gayung yang ukurannya lebih kecil.
Perhatikan pula kran-kran air jangan sampai ada yang bocor. Cobalah kebiasaan baru untuk tidak memutar kran sampai mentok bila mencuci piring, cuci tangan dll di wastafel. Putar setengah atau kurang dari biasanya. Anda akan melihat betapa hematnya penggunaan air dengan kebiasaan baru ini.
Sedapat mungkin hindarilah penggunaan air panas untuk mandi. Iklim tropis Indonesia yang hangat, sebetulnya tidak mengharuskan kita untuk mandi dengan air hangat. Lagipula penggunaan water heater sangatlah boros listrik. Demikian juga bila harus memasak sepanci air setiap kali mandi. Bila memang memerlukan pemanas air, gunakanlah pemanas air bertenaga surya. Memang sedikit mahal awalnya, tetapi hitung-hitungannya lebih irit dan ramah lingkungan.
Lap tangan jangan dianggap remeh. Bawalah selalu sapu tangan kecil dan hindari penggunaan tissue. Tissue yang anda pakai bahannya terbuat dari kayu dan bambu. Tentu saja kita tidak mau hutan kita semakin rusak hanya karena manusia gemar memakai tissue bukan?
Di dapur, bukalah jendela saat sedang beraktifitas agar udara segar tetap mengalir. Dengan demikian anda sebetulnya tidak memerlukan cooker hood atau exhaust fan yang boros listrik dan berisik itu.
Memasak sebaiknya menggunakan pessure cooker (alat masak bertekanan). Ibu-ibu biasa menyebutnya panci presto. Alat ini dapat mempercepat proses memasakdan tentu saja menghemat bahan bakar. Alat masak yang anti lengket, jelas sangat membantu mengurangi penggunaan minyak goreng. Meski alatnya agak mahal, sesungguhnya penggunaan microwave untuk menghangat makanan masih lebih efisien dibandingkan menggunakan pemanas listrik atau kompor.
Biasakan pula untuk memilah sampah basah (organik) dan kering (anorganik). Limbah dapur seperti potongan sayur, buah, tulang ikan, makanan sisa dapat disatukan dalam kantong tersendiri. Terpisah dari sampah lain berupa kaleng, plastik, gelas, botol, besi dll. Pemisahan ini akan sangat membantu dalam proses daur ulang di tempat pembuangan akhir sampah.
Go Green di Jalan
Sekitar 2 juta orang meninggal setiap tahun di seluruh dunia karena penyakit yang disebabkan oleh udara yang kotor. Polusi udara merupakan penyebab utama penyakit kanker. 40 persen kasus asma pada anak disebabkan oleh kondisi udara yang tercemar. Polusi udara kita sudah cukup tinggi, jangan ditambah lagi. So, bila hanya ingin ke toko, kursus, sekolah, atau tempat kerja yang jaraknya tidak terlalu jauh, berjalan kaki mungkin pilihan terbaik. Atau gunakan sepeda yang tentu juga memberi dampak baik bagi kesehatan.
Bila terpaksa berkendaraan, gunakanlah kendaraan umum. Kurang comfort, gak usah nyerah. Masih bisa nebeng teman yang searah kan? Kalau gak gratis, ada kok perkumpulan nebeng (car pooling) yang menyediakan jasa nebeng pulang pergi ke kantor.
Bila semua itu memang tidak memungkinkan, barulah gunakan kendaraan pribadi. Pastikan kendaraan selalu dalam kondisi terawat untuk menjaga efisiensi penggunaan bahan bakar.
sumber saya dapat dari berbagai pihak
Go Green pada dasarnya adalah aksi untuk berupa penghematan penggunaan air, pengurangan polusi udara, penghematan pemakaian energi dan bahan bakar, pengurangan penggunaan bahan yang diambil dari alam (misalnya minyak bumi, dan barang yg terbuat dari bahan kayu dll), penciptaan lingkungan yang lebih meningkatkan kualitas manusia, dan sebagainya.
Go Green di Rumah
Sekitar 30 persen energi listrik di rumah digunakan untuk pendingin ruangan (tentu saja ini untuk rumah yang ber-AC). Karena itu sebaiknya dari awal rumah dirancang dengan bukaan yang memadai untuk memasukkan cahaya dan udara sehingga penggunaan listrik untuk lampu dan AC dapat dikurangi.
Suhu dalam rumah juga dapat dikurangi dengan penggunaan insulator panas. Biasanya ditempatkan di atap, berupa lapisan karet dan aluminium di bawah genteng. Penggunaan bahan ini dapat mengurangi pancaran panas ke dalam rumah. Jangan lupa kurangi penggunaan beton sebagai carport bila carportnya langsung terpapar matahari. Panas dari beton carport akan terpantul ke dalam rumah. Sebaiknya perbanyak penggunaan tanaman rumput sebagai alas di halaman atau carport.
Bila rumah menghadap barat, biasanya terpapar matahari yang cukup panas disore hari. Untuk mengurangi panas dalam rumah, gunakan second skin di jendela yang terpapar patahari. Second skin bisa berupa tirai bambu, kayu, aluminium dll yang dibuat sedemikian sehingga menahan panas matahari langsung sebelum mengenai jendela atau tembok.
Gunakan air secara optimal. Air hujan, buangan dari wastafel, kamar mandi (selain wc) dpat ditampung di bak tertentu. Kelebihannya dapat disalurkan ke dalam sumur resapan untuk menjaga ketersediaan air tanah dan mencegah banjir. Air yang ditampung dalam bak tadi masih sangat bermanfaat minimal untuk menyiram tanaman. Jadi hindarkan membuang langsung air tersebut ke got. Bila tidak punya sumur resapan, buatlah beberapa lubang kecil (diameter 10 cm, kedalaman min. 50 cm) di halaman untuk membantu air meresap ke dalam tanah. Bila dilakukan dalam skala luas, bisa mencegah banjir lho..
Hindarkan penggunaan bath tub kalau tidak perlu sekali. Mandi yang paling hemat adalah menggunakan shower. Penggunaan gayung dengan bak mandi masih lebih memboroskan air karena banyak air yang tertumpah percuma. Bila terpaksa menggunakan bak mandi, pakailah gayung yang ukurannya lebih kecil.
Perhatikan pula kran-kran air jangan sampai ada yang bocor. Cobalah kebiasaan baru untuk tidak memutar kran sampai mentok bila mencuci piring, cuci tangan dll di wastafel. Putar setengah atau kurang dari biasanya. Anda akan melihat betapa hematnya penggunaan air dengan kebiasaan baru ini.
Sedapat mungkin hindarilah penggunaan air panas untuk mandi. Iklim tropis Indonesia yang hangat, sebetulnya tidak mengharuskan kita untuk mandi dengan air hangat. Lagipula penggunaan water heater sangatlah boros listrik. Demikian juga bila harus memasak sepanci air setiap kali mandi. Bila memang memerlukan pemanas air, gunakanlah pemanas air bertenaga surya. Memang sedikit mahal awalnya, tetapi hitung-hitungannya lebih irit dan ramah lingkungan.
Lap tangan jangan dianggap remeh. Bawalah selalu sapu tangan kecil dan hindari penggunaan tissue. Tissue yang anda pakai bahannya terbuat dari kayu dan bambu. Tentu saja kita tidak mau hutan kita semakin rusak hanya karena manusia gemar memakai tissue bukan?
Di dapur, bukalah jendela saat sedang beraktifitas agar udara segar tetap mengalir. Dengan demikian anda sebetulnya tidak memerlukan cooker hood atau exhaust fan yang boros listrik dan berisik itu.
Memasak sebaiknya menggunakan pessure cooker (alat masak bertekanan). Ibu-ibu biasa menyebutnya panci presto. Alat ini dapat mempercepat proses memasakdan tentu saja menghemat bahan bakar. Alat masak yang anti lengket, jelas sangat membantu mengurangi penggunaan minyak goreng. Meski alatnya agak mahal, sesungguhnya penggunaan microwave untuk menghangat makanan masih lebih efisien dibandingkan menggunakan pemanas listrik atau kompor.
Biasakan pula untuk memilah sampah basah (organik) dan kering (anorganik). Limbah dapur seperti potongan sayur, buah, tulang ikan, makanan sisa dapat disatukan dalam kantong tersendiri. Terpisah dari sampah lain berupa kaleng, plastik, gelas, botol, besi dll. Pemisahan ini akan sangat membantu dalam proses daur ulang di tempat pembuangan akhir sampah.
Go Green di Jalan
Sekitar 2 juta orang meninggal setiap tahun di seluruh dunia karena penyakit yang disebabkan oleh udara yang kotor. Polusi udara merupakan penyebab utama penyakit kanker. 40 persen kasus asma pada anak disebabkan oleh kondisi udara yang tercemar. Polusi udara kita sudah cukup tinggi, jangan ditambah lagi. So, bila hanya ingin ke toko, kursus, sekolah, atau tempat kerja yang jaraknya tidak terlalu jauh, berjalan kaki mungkin pilihan terbaik. Atau gunakan sepeda yang tentu juga memberi dampak baik bagi kesehatan.
Bila terpaksa berkendaraan, gunakanlah kendaraan umum. Kurang comfort, gak usah nyerah. Masih bisa nebeng teman yang searah kan? Kalau gak gratis, ada kok perkumpulan nebeng (car pooling) yang menyediakan jasa nebeng pulang pergi ke kantor.
Bila semua itu memang tidak memungkinkan, barulah gunakan kendaraan pribadi. Pastikan kendaraan selalu dalam kondisi terawat untuk menjaga efisiensi penggunaan bahan bakar.
sumber saya dapat dari berbagai pihak